Wednesday, October 22, 2008

Kembali ke Hotel

Seri terakhir offroad. ( finally).

Setelah beristirahat dan makan siang di gorge, kami melanjutkan perjalanan kembali ke hotel.
Sebetulnya dalam perjalanan pulang kami sempet pengen mampir Sigi Beach dimana ada six senses, tapi ternyata di pintu masuk ajah kami sudah dihadang...
kalau gak booking gak boleh masuk... helah segitunya hide away ternyata....hiks....

Dalam perjalanan pulang kita ketemu yang bersepeda, heran juga jam segini masih disini, bakalan jam brapa nyampe ke vantage point, pastinya dah gelap...
apa ya bisa nanjak kesana ? pertanyaan besar....

Begitu keluar dari wadinya emang kita "dihadang" ama dam/bendungan bedar, yang berarti peringatan dimulut wadi tadi bukan main2.... bahwa kalau hujan lebat bakalan banjir bandang, terbukti sampai dibikin dam disini...

Perjalanan pulang seh biasa ajah, gak se-excited waktu berangkatnya, tapi tetep ajah demen bikin foto2nya. Sayangnya kaca mobil sudah kotor, jadi fotonya agak aneh2 warnanya...

Liputan detilnya bisa dilihat disini :



Foto2 keluarga Bambang Santoso ditambah dengan sumbangan foto dari keluarga Sam, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kebersamaan yang sangat berkesan



Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

Makan siang di wadi


Makan siang kita di salah satu gorge di wadinya.
Pilihannya disana karena emang tempatnya teduh , ceruknya cukup dalam buat dipakai makan bersama disini.

Gorge adalah celah sempit yang ada di wadi, yang kadang hanya muat satu mobil saja untuk melewatinya.


Sebenernya seh kemping disini enak juga hanya kudu banyakan soale serem juga kalau malam kan gelap mana daerahnya sepi.... hehehehehe....


Tapi makan siang disini cukup asyik ditambah dengan angin yang sepoi2 dan kadang kencang juga..
Bikin yang udah hampir masuk angin tambah deh...
Tapi bikin yang ngantuk makin riyep2...

Menu makan siang kita mah makanan sisa semalam ajah, tapi nikmat banget deh makannya...itu yang penting.
Oh iya ditambah siomay bawaanku.

Untuk lengkapnya bisa dilihat di slide show dibawah ini :




Foto2 Bambang Santoso ditambah dengan sumbangan foto dari keluarga Sam, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kebersamaan yang sangat berkesan.

Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

Kembali ke wadi.

Photobucket
Setelah selesai menikmati pemandangan di Summit Khab As Shamis kami turun kembali ke wadinya buat nyari tempat yang teduh dan berpiknik buat makan siang.
Salah satu foto favorite aku adalah foto diatas.

Perjalanan menurun beneran ternyata terasa lebih cepet rasanya dari pada tadi naiknya, biasa deh kalau pulang kan terasa lebih cepat tapi foto2 yang diambil ternyata juga tidak sama dengan ketika kami tadi berangkat, posisi duduknya kan beda.
Photobucket
Foto Gorgenya malah terekam dengan baik, satu angle terlihat seolah tak ada jalan melewati gorgenya tapi di angle lain tampak jelas jalanannya, kebayang kalau jalan sendirian, dari kejauhan bisa dianggap jalan buntu.

Ternyata banyak tempat2 yang bisa dipakai buat piknik, yang terlindung dari matahari ketika siang seperti ini.
Entahlah yah kalau kemping disini, yang pasti kudu banyak biar gak serem. Soale pastinya kalau malam gelap banget, karena dicelah wadi gak bakalan lampu kota kliatan. Juga kalau tiba2 hujan serem juga deh kena banjir bandang...
Kayaknya kemping disini beneran kudu dihitung waktunya jangan pada musim hujan.

Masih pemandangan batuan disini, pikniknya postingan abis ini.



Foto2 Bambang Santoso ditambah dengan sumbangan foto dari keluarga Sam, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kebersamaan yang sangat berkesan.


Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

Offroad dari camera teman.

*postingan Dedicated to keluarga Samsoedin.*

Arsip Offroad yang ini diambil dari camera keluarga Samsoedin.
Bagus2 fotonya hanya sayang "setengah main", kok batere cameranya habis. Dan gak bawa serep...

Wah pak, kalau kejadian ama saya beneran fatal error deh kalau jalan2 gak bawa cadangan batere atau cadangan memory stick. Maklum udah nyandu banget bikin foto.
Untung masih ada sebagian arsip yang bagus2 bisa diposting disini.
*bisa dipamerkan buat teman2 yang jauh juga lho...*

Buat kami foto2 ini adalah sesuatu yang berharga karena kebetulan mobil Sam berada dibelakang kami, jadi kiprah si prado bisa terekam disini...
Biasanya, mana seh kita punya foto2nya, lha wong perginya sendiri...

Makasih banyak buat keluarga Samsudin buat foto2nya, semoga gak kapoks jalan bersama kami.
Agenda selanjutnya enaknya mungkin offroad ke Hatta Ray, InshaAllah.

Foto2 ini diambil dari awal perjalanan : Sand Falls, Offroad hingga vantage point dan sedikit ketika di Summit, abis itu batere habis....
Dibawah ini slide shownya. :



Foto2 Bambang Santoso ditambah dengan sumbangan foto dari keluarga Sam, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kebersamaan yang sangat berkesan.


Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

Summit Wadi Khab As Shamis

Akhirnya sampai juga kami di summit nya.
Puncak Summit ini adalah yang tertinggi yang bisa kita jelajahi, setelah ketinggian wadi terendah sekitar 5 meter dari permukaan laut, maka sekarang adalah 990 m diatas permukaan laut. Lumayan juga udara agak sejuk meski matahari sedang hot2nya bersinar.

Sebetulnya bukan gunung tertinggi yang pernah kami jelajahi. Ketika kami ke Musandam Utara kami sempet mengunjungi Jebel Hareem sekitar 1600 m diatas permukaan laut dan Jebel Al Akhdar di Western Hajar/Oman sekitar 2000 - 2400 m diatas permukaan laut.

Jika kita ingin meneruskan perjalanan, dari summit ini kita akan terus menuruni bukit ini dengan jalanan yang sangat steep/curam sejauh 7.2 km, beneran kudu hati2 dan kemudian kita akan bertemu dengan post penjagaan Oman.

Pos penjagaan Oman ini terletak di mulut wadi Bieh, yang terbentang dari kanan kekiri, merupakan wadi yang sangat luas dan lebih merupakan plateau yang indah dan subur ketika hujan.
Kita akan diperbolehkan melanjutkan perjalanan kearah kiri yakni ke wadi bieh bagian UAE.
Sedangkan kearah kanan adalah wadi bieh kearah musandam yang hanya diperbolehkan bagi warga oman dan uae saja.
Alasannya ada instalasi militer, dan mereka gak siap dengan border yang pake stempel.

Sebetulnya jika diperbolehkan kita dapat menyusuri wadinya sejauh 6 km, lalu menanjak menuju Rowdah lalu melewati jabal hareem , saygh plateau dan menuju kota khasab.
Sayang jalan tembus ini gak bisa dilalui oleh umum.

Yang dapat kita tembus adalah menyusuri Wadi Bieh wilayah UAE, melewati ainee hike dan celestial wall sejauh 3.5 km, maka kita akan bertemu dengan post penjagaan UAE.
Setelah pos UAE kita akan langsung bertemu dengan tarmac road yang mulus, lalu 12 km kemudian bertemu dengan bendungan dan 6 km kemudian masuk kearah kota RAK (Ras Al Khaimah).
Jelas dibutuhkan pasport bila kita akan menembus border tsb.

Kali ini perjalanan kami hingga summit saja, dan kembali ke wadi sambil mencari tempat yang enak buat makan siang.
Hanya setengah jam kami disini, tapi cukup puas menikmati pemandangan dan tentunya berfoto ria jangan dilupakan...

Slide shownya dapat dinikmati dibawah ini :





Foto2 sebagian besar milik kami, ditambah dengan koleksi keluarga Rizal, Anto dan Sam. Terima kasih atas kebersamaan yang indah ini.



Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

offroad 2 : Wadi Khab As Shamis

Setelah beres berfoto ria, perjalanan kami lanjutkan menyusuri wadi hingga ke vantage point, juga tepat sebelum nanjak sempet berhenti sebentar buat mengganti ke 4WD mode.

Menyusuri wadi sebetulnya emang agak membosankan, karena hanya batuan dan celah sempit yang kita lewati, tapi bila kita nikmati keindahan batuan yang kita lewati, ternyata lumayan menarik.
Unik juga bentuk lapisan dari batuan yang sudah terbentuk ribuan tahun lalu, ada yang berbentuk lapisan kayak kue *dasar gw deh*, ada yang mirip dinding candi.
Kedua celah batuan ini membentuk dinding wadi cukup curam, rasanya unik banget jalan diantara celah2 batuan yang tinggi banget seperti ini dan kadang celah yang ada hanya muat 1 mobil, dan celah sempit ini biasa dinamakan GORGE.

Jalanan meskipun hanya gravel tapi kliatan banget udah sering diperkeras, yang berarti emang dirawat oleh pemerintah Oman.
Kondisi jalanannya jauh lebih bagus dibanding ketika datang kemari Desember tahun lalu.
Kliatannya kalau habis hujan banyak batuan yang sekarang sudah ditata rapih disisi jalan banyak terhanyut hingga berserakan hingga ketengah jalanan.

Selalu dimana mana ada warning, bila hujan menjelang jangan nekat masuk wadi ini, karena bisa diduga kucuran air diantara batuan tanpa sama sekali diserap, akan turun ke celah sempit dengan derasnya, bisa mengakibatkan banjir bandang. Terutama ditempat yang rendah.
Jadi kalau tiba2 hujan kita harus segera mencari jalanan yang agak tinggi dari sisi tempat yang biasanya merupakan aliran sungainya.
Kalau kita perhatikan meskipun saat ini sungainya kering tapi akan jelas nampak bahwa jalanan biasanya terletak disalah satu sisi sungainya, kadang juga melewati/crossing dengan sungainya.
Kadang sungainya terletak disisi kanan, lalu jalanan mulai menurun lalu crossing dengan sungainya hingga letak sungainya disisi kiri, dan begitu seterusnya. Sering banget ternyata ada crossing tsb dan disinilah tempat yang bahaya kita lalui jika hujan deras.
Asal kita tau kapan2 bagusnya lewat wadi ini, ya inshaAllah seh aman2 ajah. Jangan nekat ajah judule kalau tau musim hujan atau juga jangan jalan di malam hari, karena bakalan gelap gulita.

Pada umumnya seh jalanan disini meskipun seperti endless tapi unik juga, terbukti kami papasan ama salah satu mobil yang katanya hampir tiap liburan mereka melewati tempat ini.
Katanya termasuk the best wadi road, yang selalu merupakan pilihan buat para offroader.

Beberapa tempat banyak juga terlihat adanya drum besar buat menyimpan air minum yang disediakan oleh pemerintah setempat, hebat banget.
Dan biasanya disekitar tempat minum disediakan juga pond kecil untuk binatang ikut menikmati air, terutama dimusim kemarau yang panas binatang2 ini sangat membutuhkan air.

Yang selalu ditunggu oleh kami adalah papasan dengan kendaraan yang berlawanan arah , karena dari mereka biasanya selalu ada info menangai apapun yang gak lazim.
Kali ini kami dapet info kalau bordernya tutup. Mungkin juga tutup karena beberapa hal, hari ini jumat udah mendekati waktu sholat, atau liburan lebaran ?
Kayaknya engga deh, masa bordernya kalau lebaran tutup seh, kayaknya ya pada jumatan ajah....
Untung kami gak niat menembus border jadi bukan masalah buat kami, hanya yah gak bisa ngecek juga beneran tutup tuh kenapa ?

Ada beberapa tempat terlihat macam2 juga mulai dari kambing gunung, ada kliatan perkebunan yang kini masih kering kayaknya nunggu hujan, dan ada juga tempat yang emang dihuni oleh beberapa keluarga, terutama emang yang dekat dengan drum air tsb.
Yang unik ditengah jalan kami melihat ada yang buang bathtub, tergeletak begitu saja ditepi jalanan.

Perjalanan tahap 2 ini kami lalui dengan sukses, meski terasa agak lama tapi emang jauh seh...

Slide Shownya bisa dilihat dibawah ini.
*Mostly hanya gambar batuan saja ya *




Sebagian besar foto2 adalah koleksi pribadi ditambah dengan koleksi keluarga Samsudin, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kenangan manis selama kita jalan bersama.


Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

di vantage point

Photobucket
Akhirnya tiba diVantage Point juga...
Panas, gersang, gundul...
Maklum deh belum masuk winter.
Mobil mas Anto bagus banget actionnya, nanjak abis..
Ealah, kok pada narcist yah ?

Di vantage point ada penduduk yang tinggal disini, karena meski summernya panas banget suhu disini mah gak sepanas dibawah.
Mereka juga bercocok tanam dimusim dingin di plateaunya.
Ketika kami kesini Desember lalu emang ijo banget diperkebunan mereka...

PhotobucketKliatannya emang pemukiman yang sudah lama dihuni terlihat dari adanya reruntuhan bangunan kuno dan kuburan2 kuno divantage point ini. (background foto kanan atas).

Dikejauhan juga rapih banget parkirannya mobil2 kami semua. Saya juga gak ikutan explore karena ada "keperluan penting" dibalik bukit tadi.
Ah bodo amat deh, yang penting lega...

Ada juga yang demen lihat kambing ternyata disini, maklum beda yah kambingnya, disini mah gondring kambingnya.

Photobucket
Bapak2 ini ternyata pinter mejeng...
Ibu2nya dan anak2nya hanya Cakra yang turun, mungkin karena panas.
Bamby juga ogah, karena kami dah pernah kesini, bahkan sampai ke bagian tertinggi dari tempat ini, ke reruntuhan pemukiman kuno.
*ada dipostingan Dibba1 *

Sebagian besar foto2 adalah koleksi pribadi ditambah dengan koleksi keluarga Samsudin, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kenangan manis selama kita jalan bersama.



Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

Off road 1 : Wadi Khab As Shamis

Hari ke dua pagi jam 10 setelah Bamby dan Nadia terbang lagi, kami berombongan berangkat buat menyusur Wadi Khab As Samshi.

Wadi adalah river beds, yang asal muasalnya adalah aliran air yang akhirnya membentuk sungai. Tapi juga dengan dorongan dari dalam bumi sisi sungai tsb naik keatas yang akhirnya membentuk celah bukit yang cukup curam seperti yang dilihat selama kami menyusuri wadi ini.

Perjalanan cukup lama ( kira2 1 jam) menyusuri wadi beds ini dengan kondisi jalanan gravel yang yang cukup mulus, dan akhir dari wadi ini adalah adalah vantage point ketinggian 890 m, kemudian high plateau yang biasanya ditanami oleh penduduk lokal sini dan summit yang mencapai ketinggian 990 m diatas permukaan laut.

Pada saat awal menempuh Wadi kita masih bisa pake yang non 4 WD, hanya ketika kita akan menaiki vantage point dan summit, kayaknya tanpa 4 WD agak sulit.
Terutama jika kita akan menuruni summit kearah Wadi bieh.

Perjalanan setelah Summit, adalah jalanan yang cukup steep/terjal, yang betul2 diperlukan 4 WD untuk melewatinya untuk menuju ke arah wadi Bieh.
Wadinya sendiri terletak melintang kanan hingga kiri, sebelah kanan milik Oman dan sebelah kiri milik UAE.
Tepat ketika akan memasuki area wadi Bieh inilah pos penjagaan Oman berada.

Sayang sekali kita sebagai tamu/bukan penduduk lokal UAE ataupun Oman, tidak diperkenankan menembus ke Wadi Bieh.
Alasannya ada instalasi militer.
Bila kita diperbolehkan menyusuri wadi Bieh maka kita akan nembus hingga ke Khasab Musandam dengan melalui Saygh Plateau yang pernah kita datangi sewaktu ke Musandam tahun lalu.

Yang dapat kita tempuh adalah dari Wadi Bieh ke kiri dan kita dapat menembus wadi Bieh wilayah UAE dan masuk check point UAE dan dengan perjalanan selama kira2 30 menit dari cek point tsb kita bisa nyampe ke kota RAK (Ras Al Khaimah) di wilayah UAE Utara.
Perjalanan menembus Check Point ini sudah pernah kita lalui setahun lalu, hanya jurnalnya sampai hari ini belum sempet ditulis.

Kali ini bersama teman2, kita jalan hanya sampai Summit saja karena kita gak ada yang bawa pasport buat menembus kedua check point tsb.
Juga takut anak2 bosen dengan perjalanan jika terlalu lama menyusur wadi.

Perjalanan menembus Wadi buat yang gak biasa terutama anak2 bisa bikin bosen karena yang dilihat hanyalah bukit batuan saja, tapi buat seorang geologist atau explorer macam kami yang demen lihat alam yang beda dengan yang kita biasa lihat ditempat lain, merupakan suatu perjalanan yang sangat unik tentunya.

Perjalanan kami sengaja berhenti beberapa kali, bikin foto dan membiarkan anak2 explore alam sekitarnya untuk membangkitkan minat anak akan outdoor.
Juga biar perjalanan panjang nya gak membosankan buat mereka.
Pemberentian tahap pertama sengaja gak lama setelah kita memasuki wadinya dan dibawah ini adalah foto2 tahap pertama...

Maaf buat yang bukan penggemar outdoor mungkin slide ini agak membosankan, boleh di skip ajah kok ....




Sebagian besar foto2 adalah koleksi pribadi ditambah dengan koleksi keluarga Samsudin, Rizal dan Anto.
Terima kasih atas kenangan manis selama kita jalan bersama.


Back to : Off Road ke Wadi Khab As Shamis

Wednesday, February 20, 2008

Ke Hatta Pools part 2


Foto dibawah ini adalah foto2 di poolnya, anak2 ya demen banget main air. Kebetulan banget pas kita2 datang, yang tadi sedang main air ditempat ini kok ya pada pergi, kayaknya udahan, rejeki banget deh jadi kita punya privat pools.

Pools yang kita tempatin ini gak besar, bahkan cenderung sempit meskipun begitu dibagian agak ke hulunya dalam banget, kata Bamby dia ajah gak bisa napak kakinya kedasarnya. *cekungan kayaknya*

Pada saat kita akan pulang sempet kita datangi pools yang lebih keatas dan emang lebih lebar dan lebih dalam, banyak yang berenang, dan banyak ikannya.
Kagum banget deh kok ya bisa ada airnya padahal setahun gak hujan, mata airnya itu lho yang keluar dari batuan bisanya gak henti2nya setahun penuh.
Pantas ajah kalau air zam2 itu lebih besar lagi sumber airnya, lha wong disini ajah kayak gini.

Photobucket
Pak Irfan ngasuh si bungsu dan 2 anak gadisnya, maklum ibunya gak ikut turun kesini....
Jernih banget airnya, tapi kliatan banget kalau emang agak surut setalah setahun gak ada hujan turun. Mungkin abius musim hujan tahun ini bakalan agak banyak lagi airnya.

PhotobucketNhaaa akhirnya "pasukan tentara" nya, tergeletak.....
pis ah mas....
iya enak ya bersantai begini, kapan lagi.... ntar pulang kan kudu nyupir, iya gak seh ?

Photobucket
Mulai merambah masuk air dan kedinginan, secara airnya dingin banget deh....

Photobucket
Tapi rasa dingin mah kehapus dengan rasa penasaran pengen tau kayak apa seh airnya dan dalamnya seberapa....

Bamb....ayuh turun....
Tapi sambil nunggu Bamby yang lama banget ganti bajunya, jalan terus...ternyata diujung dalam banget euy..
Kalau gak berenang ya kelelep, makanya kayaknya setop ajah ah, sambil nunggu Bamby.
Papanya juga payah deh gak mau main air...

Jalan sambil mencicipi bagaimana suhu airnya....

Ragu2 tapi pengen kayaknya....

Photobucket
Nha mulai deh merambah masuk keair...
cuman kok pake singlet seh ?

Photobucket
jalan terus sambil kedinginan...ayuh mama ajah kuat kok...

Photobucket
duduk dulu dibatu sambil kedinginan tapi pengen difoto dulu ah.....

Photobucketkasak kusuk ama mama...seperti biasa rundingannya banyak banget seh.

PhotobucketAkhirnya setuju buat ketempat yang dalam.

PhotobucketSementara kubu anak2 masih seru sendiri, airnya dikocek2 jadi rada butek... biasa deh anak2 dibilangin susah. Mending nyingkir ajah ketempat yang dalam.
Akhirnya buka singlet juga... iya ah nak aneh.

aduh ibu mikir apa ya ?....pasti kepanasan...

PhotobucketHeran deh pada betah hanya nontonin ajah , gak penasaran ama air yak ?
Pak Anto udah seeran setelah tergeletak beberapa saat....
Sementara gajah lautnya sedang berenang.... hehehehehe

Photobucket
asyik katanya airnya seger banget

Photobucketrembugan lagi ama mama ? yang ada esther ngelamun mikirin gimana enaknya kalau berenang ya ?
Faris mulai masuk ke air, papanya masih pikir2...
dadah dulu ah ama kamera....


Yang pada masih diatas...hoiiiyyyyy
kurang jelas ah di zoom ajah...

Nah kan jelas sekarang...
hoooiiiyyyyy.....


Photobucket
Ayo pak turun... kenapa ragu2 ..tuh anaknya juga dah main air...
kayaknya rembugan juga dulu ama Oki...

PhotobucketKliatannya ada yang perlu dirembug ?
kayaknya seru deh....
Ternyata sebelum turun ke air perlu rembugan khusus.....

PhotobucketDisini dalam banget padahal sedikit ajah bagian yang dalam tapi emang dalam dan jernih dan banyak ikan....

Photobucket
yang pada nunggu

jernih banget airnya....

enak ya say ? dingin dan jernih banget airnya...

Photobucket
pak Indra mulai turun...

Photobucket
asyik kan ?

Photobucket
yang diatas kok ya gak kepengen

Photobucket
seru kan ?

Photobucket
asyik bangetttttt, waduh deh yang mejeng...

Photobucketseppppp

Photobucket
pak Irfan ikutan mejeng

Photobucketpengen banget ikutan berenang sebetulnya hanya due some reason...terpaksa dibatalkan.

Photobucket
asyik juga pak Indra bawa kaca mata berenang, tinggal dulu ah...., soale sirik.



Photobucket
Pergi menjelajah Gorge yang dibagian hilir...
menurut buku :
The most exciting part of the outing is yet to come. Once you've enjoye a dip you can continue downstream on the flat bedrock of the wadi, crossing numerous puddles. After the rains a wide stream emerges from the pool and leads into a narrow gorge. The stream suddenly plunges into this gorge, resulting in waterfalls of different height. Further downstream the drop is so steep you can hardly see the bottom.
Walk down along the top of the canyon following the stream before it finally reach dissapear into the ground. Or you can work your way down to the gorge and walk in the refreshing water between the smooth rocks.
Don't forget to bring your camera.

Photobucket
Gile kan , beneran kata buku gorgenya curam airnya beneran didasar jauh didalam ampe gak bisa difoto...

Photobucket
tapi tetep indah kalai lihat batuan kayak gini, kebayang kan proses jutaan tahun lalu, ada sungai disini, dan kebayang kan suburnya kayak apa disini dulu...
sayang ya kok bisa jadi tandus gini sekarang, kenapa ya kok bisa gitu *mikir dan ingin membahas*

Photobucket
serem juga ah dalam benget ngeri jatuh...
pulang ah...sementara peserta lainnya pada bebenah udahan berenangnya.

Tapi kita belum foto berdua...makanya minta tolong deh kita berdua difotoin....
Hasilnya kepanasan eh... terlalu "over belicht", gpp deh daripada gak ada...

Nak apakah kamu berminat buat pulang ?

Sementara diatas lha kok ada kunjungan dari juragan lokal ya ?

Bagaimana say kita pulang ? udahan yukkkkk.....

eh si papa take a dip.... dikiiit ajah karena takut dingin...euleuh....

Photobucket
kemudian kita merambah ke pools yang dibagian atas...
emang jauh lebih gede dan lebar...hanya mayan rame banget seh.
Asyik banget disini dan ikannya banyak...., berenang deh nak ntarkita pulang abis ini.

Photobucket
Yang pulang duluan, mendaki bukit ini lalu turun dan naik lagi ke bukit ujung, nyampe deh ke tempat kita parkir.

lha ini berduaan ajah....

mesra deh emak ama anak jalan bergandengan.....

tempat kita piknik rapih kembali tanpa sampah...
biasa papanya kan sebel banget kalau lihat nyampah...
bravi deh two thumb up.

konvoy pulannngggg, eh salah menuju ke Big Dunes mau main quadra, toch kata pak Indra kalau gak Isha jangan pulang dulu...

Bye bye Hatta Pools, we had a very great time.
Maybe someday we will visit Hatta Pools again.
*I wish next time I can swim*

bisa lihat juga : peta perjalanan offroad

back to: part 1

back to : perjalanan offroad